Senin, 24 November 2014

Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

A. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajaridan kemudian ditarik kesimpulannya.

Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik /sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang di teliti itu.

satu orangpun dapat digunakan sebagai populasi, karena satu orang itu mempunyai berbagai karakteristik, misalnya gaya bicaranya, disiplin pribadi, hobi, cara bergaul, kepemimpinannya, dan lain-lain.

B. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimilikioleh populasi. Bila populasi besr, dan penelitin tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat mengunakan sampel yang diambil dari populasi itu.

C. Teknik Sampling
Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. untuk menentukan sampel dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan.

Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu Probability Sampling  dan  Nonprobability Sampling.
  1. Probability Sampling 
    Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi:
    • Simple Random Sampling
      Dikatakan Simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.
    • Proportionate Stratified Random Smpling
      Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan bestrata secara proporsional.
    • Disproportionate Stratified Random Smpling
      Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
    • Cluster Sampling (Area Sampling)
      Teknik sampling daerah ini digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Teknik ini juga sering digunakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, dan tahap kedua menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga.
  2. Nonprobability Sampling
    Nonprobability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini meliputi:
    • Smpling Sistematis
      Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang terdiri dari 100 orang.
    • Sampling Kuota
      Sampling Kuota adalah teknik untu menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.
    • Sampling Insidental
      Sampling Insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
    • Sampling Purposive
      Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel ini cocok digunakan untuk penelitian kualitatif, atau penelitian-penelitian yang tidak melakukan generalisasi.
    • Sampling Jenuh
      Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Istilah lain sampling jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.
    • Snowball Sampling
      Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.
  3. Contoh Menentukan Ukuran Sampel
    Roscoe dalam buku Research Methods For Business (1982: 253) memberikan saran-saran tentang ukuran sampel untuk penelitian seperti berikut ini :
    • Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500.
    • Bila sampel dibagi dalam kategori (misalnya: pria-wanita, pegawai negara-swasta dan lain-lain) maka jumlah anggota sampel setiap kategori minimal 30.
    • Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate (korelasi atau regresi ganda misalnya), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel yang di teliti. Misalnya variabel penelitiannya ada 5 (independen+dependen), maka jumlah anggota sampel = 10 x 5 = 50.
    • Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, yang mengunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka jumlah anggota sampel masing-masing kelompok antara 10 s/d 20.
  4. Cara Mengambilkan Anggota Sampel
    Sebelumnya telah dikemukakan bahwa terdapat dua teknik sampling, yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Cara demikian sering disebut dengan random sampling, atau cara pengambilan sampel secara acak. Pengambilan Sampel secara acak/Random dapat dilakukan dengan bilangan random, komputer, maupun dengan undian.
  5. Normalitas Data
    • Kurve Normal
      Penggunaan statistik parametris, bekerja dengan asumsi bahwa data setiap variabel penelitian yang akan dianalisis membentuk distribusi normal. Bila data tidak normal, maka teknik statistik nonparametris yang digunakan karena teknik ini tidak harus berasumsi bahwa data berdistribusi normal.
    • Pengujian Normalitas Data
      Pengujian normalitas yang digunakan yaitu chi kuadrat. Pengujian normalitas data dengan chi kuadrat dilakukan dengan cara membandingkan  kurve normal yang terbentukdari data yang telah terkumpul (B) dengan kurve normal baku/standard (A). jadi membandingkan antara (B:A). Bila B tidak berbeda secara signifikan dengan A, maka B merupakan data yang berdistribusi normal.
     
Sumber: Prof. DR. Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta: Bandung. 




















Minggu, 23 November 2014

Soal Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) dan Statistik untuk Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian


Soal 1 
Deskripsikan pemodelan persamaan structural (SEM) berdasarkan sebutan lain dari SEM tersebut? 

Jawab: 
Berdasarkan sebutan-sebutan seperti analisis struktur kovarian, analisis variabel laten, analisis factor konfimatori, dan analisis Linier Struktural Relations (LISREL), dapat dideskripsikan sebagai suatu analisis yang mengabungkan pendekatan analisis factor (factor analysis), model structural (structural model), dan analisi jalur (path analysis). 
(Sumber: Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta: Bandung. Halaman 323) 

Soal 2  
Sebutkan beberapa persamaan dan perbedaan antara SEM dan analisis jalur ? 

Jawab:
Persamaan SEM dan Analisi Jalur:
  • Keduanya berkaitan dengan analisis konstruksi model
  • Koefisien parameter model didasarkan atas analisis data sampel
  • Pengujian kecocokan model dilakukan dengan cara membandingkan matriks varian-kovarian hasil dugaan dengan matriks data empiric (observasi) 
Perbedaan SEM dan analisis jalur:
  1. Pada Sem dapat dilakukan dua nalisis sekaligus, yaitu analisi pengujian hubungan kausal antar variabel laten (model structural) dan analisis pengujian validitas dan reliabilitas yang didasarkan atas variabel manifest (model pengukuran). 
  2. SEM dapat diterapkan untuk model rekursif ataupun resiprokal, sedangkan analisis jalur hanya dapat diterapkan pada model kausal satu arah dan rekursif. 
  3. SEM tidak terganggu dengan adanya korelasi antar kesalahan (error), sedangkan analisis jalur anatara error harus bebas (tidak saling tergantung). 
  4. Hasil SEM mencakup factor diterminan, model structural, dan model pengukuran. Analisis jalur hanya mencakup factor diterminan.
 (Sumber: Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta: Bandung. Halaman 329) 

Soal 3
Jelaskan delta, lambda, dan zeta menurut keterangan dari model pengukuran (measurement model) ! 

Jawab:
  • Parameter delta : merupakan parameter yang menggambarkan adanya kesalahan pengukuran (measurement error) pada variabel terukur/manifest (observed variabel), parameter ini berikatan dengan kehendak instrument.
  • Parameter lambda : merupakan parameter yang menggambarkan koefisien structural yang menghubungkan secara linier variabel manifest dengan variabel laten (latent varable), parameter ini berkaitan dengan validitas konstruk variabel laten.
  • Parameter zeta : merupakan parameter yang menggambarkan adanya kesalahan pengukuran pada variabel laten. 
(Sumber: Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta: Bandung. Halaman 324) 

Soal 4
Deskripsikan langkah-langkah yang terdapat dalam SEM?

Jawab: 
Langkah-langkah dalam SEM antara lain:
  • Mengkonstruksi diagram jalur untuk hubungan kausal
  • Mengkonversi diagram jalur ke dalam model structural dan model pengukuran
  • Memilih matriks input dan estimasi model
  • Menilai identifikasi model structural 
  • Evaluasi kecocokan model berdasarkan criteria goodness-of-fit 
  • Interpretasi dan modifikasi model 
(Sumber: Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta: Bandung. Halaman 334)

 Soal 5
Bagaimanakah cara pengujian validitas instrument?

Jawab:
Cara pengujian validitas instrumen ditentukan dari beberapa pengujian, yaitu: 
  • Pengujian validitas konstruk (construct validity), yang digunakan pendapat dari ahli (judgment exprets), artinya setelah instrument dikonstruksi tentang aspek-aspek yang  akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu maka selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli.
  • Pengujian validitas isi (content validity), dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrument dengan materi pelajaran yang telah diajarkan atau yang telah ditetapkan. 
  • Pengujian validitas eksternal, dapat diuji dengan cara membandingkan (untuk mencai kesamaan) antara criteria yang ada pada instrument dengan fakta-fakta empiris yang terjadi di lapangan.
(Sumber: Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta: Bandung. Halaman 352-353)


Soal 6
Dalam pengujian reliabilitas insrumen terdapat teknik gabungan. Gambarkan bagan pengujian reliabilitas dengan teknik gabungan!

Jawab:
                
 (Sumber: Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta: Bandung. Halaman 358)


Soal 7
Tuliskan rumus yang terdapat pada pengujian reliabilitas dengan internal consistency?

Jawab:
Rumus spearman brown :
Rumus KR 20 (Kuder Richardson) : 
Rumus KR 21 : 
Rumus analisis varians Hoyt (Anova Hoyt) : 
 
Rumus Alfa Cronbach :
 (Sumber: Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta: Bandung. Halaman 359-365)